Blog dan Berita

Festival Sagu Nusantara

By March 26, 2020 April 3rd, 2020 No Comments

Oleh: Andi Prahmono

 

© NTFP-EP Indonesia/Andi Prahmono

Festival sagu nusantara dengan mengusung tema “Urun rembuk konsolidasi dan silaturrahmi pemangku kepentingan dalam melestarikan peradapan ekologi sagu pada hutan gambut demi keberlanjutan, Kemandirian dan Kesejahteraan masyarakat digagas dan diselenggarakan oleh Masyarakat Sungai Tohor bersama Sekolah Ekologi Indonesia serta dukungan dari segenap jajaran pemerintah kecamatan Tebing Tinggi Timur, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti dan Badan Restorasi Gambut (BGR), telah berhasil diselenggarakan pada tanggal 14-15 Maret 2020 bertempat di halaman gedung sanggar kesenian “ Linau Kuning “ desa Sungai Tohor.

Festival Sagu Nusantara sebagai icon masyarakat Sungai Tohor mendapat dukungan dan semangat kebersamaan dari seluruh pemangku kepentingan yang ada di Kepulauan Meranti. Festival ini digagas sebagai bentuk kepedulian terhadap keberlanjutan dan pelestarian ekologi hutan gambut yang saat ini menjadi salah satu penompang mata pencaharian masyarakat yang ada di kecamatan Tebing Tinggi Timur.

Festival Sagu ini merupakan momentum bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil sagu untuk lebih mandiri dan berkreasi lebih lanjut dalam mengelola hasil sagunya. Pada festival Sagu Nusantara ini di hadiri oleh Wakil Bupati Kepulauan Meranti, Staf khusus kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Dirjen PPKL-LHK, Staf khusus kementerian Koperasi & UMKM, Deputi Pengolahan & Pemasaran, Deputi IV BRG wilayah Riau, Aktivis lingkungan, Akademisi dan praktisi lingkungan dari berbagai organisasi.

 

© NTFP-EP Indonesia/Andi Prahmono

Untuk rencana pengembangan sagu dari hulu hilir, BRG mengundang narasumber dari berbagai keilmuan untuk mendiskusikan terobosan, pemikiran dan aksi dalam rangka pengembangan komoditi sagu yang di gelar pada hari kedua Festival, yaitu tanggal 15 Maret 2020. Adapun Narasumber yang hadir dalam acara sarasehan dan dialog dengan mengusung tema “Restorasi Kesatuan Hidrologi Gambut (KHG) dan Pengembangan Sagu berbasis Masyarakat” Antara lain: 1) Dr. Prof Sigit Sutikno (Dosen Universitas Negri Riau), 2) Prof Mizuno (Dosen Universitas Indonesia dan Peneliti tentang social ekonomi masyarakat Gambut), 3) Dr. Setiono Yudo Asmoro ( Dosen Universitas Brawijaya – Malang) dan 4) Dr. Saptarining Wulan (Dosen Universitas Trisakti – Jakarta dan pemilik usaha kuliner dengan brand “ PUTRI SAGU”)

Selain di isi dengan acara talkshow, kegiatan juga di isi dengan demo memasak dan mencicipi menu olahan berbahan sagu. Menu yang di tampilkan berupa nasi sagu bakar dan nasi sagu masak rempah.

Festival sagu nusantara juga diramaikan dengan penampilan beragam produk dari perwakilan desa-desa yang ada di Kecamatan Tebing Tinggi Timur, Kelompok UP2K, Kelompok UMKM, Disperindagkop, Dinas Kesehatan dan usaha kuliner sagu. Selain itu juga ada berbagai macam perlombaan yang di gelar selama festival berlangsung yang di antaranya; lomba menggolek tual, lomba lari di atas tual, panjat pinang dan lomba pukul bantal di atas kanal yang ada di sungai kekat. Dan tidak ketinggalan juga ada penampilan tari kolosal sagu oleh anak-anak TK dan Tari mengayak sagu yang dibawakan oleh anak-anak dari SMU 1 Tebing Tinggi Timur.

NTFP-EP Indonesia yang juga salah satu anggota konsorsium Pangan Bijak Nusantara (Local Harvest) turut serta dalam Festival Sagu Nusantara dengan melakukan edukasi dan penyadaran tentang pentingnya untuk kembali mengkonsumsi pangan bijak yang mempunyai 4 nilai yaitu Pangan Lokal, Adil, Sehat dan Lestari. Beragam contoh produk lokal yang diproduksi oleh masyarakat lokal dan masyarakat adat dari berbagai daerah ditampilkan untuk memberi informasi kepada pengunjung bahwa Negara kita sangat kaya dengan produk-produk lokal yang sudah seharusnya patut kita jaga, kembangkan dan konsumsi.

 

Foto-foto © NTFP-EP Indonesia/Andi Prahmono

Leave a Reply

WordPress Lightbox