Blog dan Berita

Komunitas Earth Hour Bertemu Produsen Pangan

By February 25, 2022 February 27th, 2022 No Comments

Pasar lokal dapat mengungkap gambaran nyata dari sistem pangan di suatu daerah. Jenis produk makanan yang biasa diperdagangkan, pola distribusi makanan dari dan ke pasar, atau pengelolaan pasar, bahkan tradisi makanan lokal dapat diketahui dari apa yang terdapat di pasar.

Generasi muda masa kini adalah pemangku kepentingan masa depan yang akan berurusan dengan isu-isu ekologi dan sosial termasuk dan terkait dengan pangan. Mereka perlu mendapatkan pengalaman pribadi dan melihat sendiri apa yang terjadi di lapangan seputar produksi (dan distribusi) pangan. Mengingat potensi mereka sebagai agen perubahan dan aktor pembangunan, pemahaman tentang sistem pangan berkelanjutan sangat penting. Generasi muda perlu dibiasakan untuk membuat pilihan makanan yang bijak dan mengetahui dari mana makanan mereka berasal.

Setelah beberapa waktu lalu komunitas Earth Hour bekerja sama dengan proyek Pangan Bijak Nusantara untuk mengidentifikasi makanan lokal di Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Medan dan Makassar, mereka kembali berkolaborasi dalam misi lain untuk belajar tentang pasar dan menjadi pembawa pesan untuk sistem pangan yang lebih baik. Kolaborasi ini berupa kunjungan ke pasar lokal di daerah mereka, berbincang dengan pelaku produksi pangan, mengetahui pendapat para pedagang di pasar bahkan berbelanja produk pangan.

Pasar Pabaeng Baeng di Makassar, Sulawesi Selatan adalah tempat Putra membeli kayu secang. Secang dipercaya memiliki khasiat obat ketika direndam ke dalam air minum. Dengan membawa tas belanjaan sendiri, Putra mengaku cukup sering berbelanja di pasar tradisional ini. Singkong dan kacang-kacangan sangat mudah ditemukan, katanya. Masih di Makassar, adalah Artani Bulk Store yang menjual berbagai produk pangan yang relevan dengan prinsip pangan bijak. Di pajangan toko tertata rapi berbagai produk pangan. Sementara di Jakarta, Hawa berkesempatan berbincang dengan Ahmad Fahrizal, seorang petani Alpukat Cipedak, buah khas Jakarta.

Liputan pasar selengkapnya di
Makassar
Medan
Jakarta
Bandung

Mengapa komunitas Earth Hour perlu peduli soal pangan?

Misi dari gerakan Earth Hour ketika pertama kali diinisiasi hampir 15 tahun yang lalu adalah untuk mengampanyekan dan mengajak semua individu, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintah di seluruh dunia untuk ikut peduli pada persoalan perubahan iklim yang disebabkan oleh aktivitas manusia itu sendiri.

Menurut Duta Pangan Bijak Nusantara Amanda Katili PhD dari semua emisi gas rumah kaca pemicu perubahan iklim serta semakin punahnya keanekaragaman hayati sepertiga penyebabnya adalah sistem pangan. Jadi bila persoalan sistem pangan bisa diatasi dan diperbaiki, maka sepertiga masalah perubahan iklim bisa teratasi. “Pangan bisa menjadi masalah sekaligus solusi krisis iklim,” ujar Amanda.

Sebagai komunitas dengan pendukung yang kebanyakan masuk kategori usia muda, usia produktif, pelajar dan mahasiswa, menggandeng komunitas Earth Hour merupakan sebuah upaya agar kalangan muda dapat memahami tantangan sistem pangan di daerahnya dan tergerak untuk menjadi bagian dari solusi sistem pangan.

Pangan Bijak = Pangan Ramah Iklim

Memilih pangan bijak yaitu pangan lokal, sehat, adil dan lestari berarti mewujudkan sistem pangan yang ramah iklim. Setiap individu dapat membantu mitigasi perubahan iklim dengan memilih pangan bijak dari produsen pangan yang peduli sumberpangan lokal, sehat, adil dan lestari. (/na)

Baca juga:
Ragam Produk Pangan Bijak Sumatra Utara
Ragam Produk Pangan Bijak DKI Jakarta
Ragam Produk Pangan Bijak Sulawesi Selatan
25 Pangan Lokal Khas Sulawesi (video)
Ragam Produk Pangan Bijak Yogyakarta

Leave a Reply

WordPress Lightbox