Blog dan Berita

Panen Padi di Krayan: Saat Menerima

Video oleh Ellias Yesaya / Formadat Krayan

Hanya satu kali dalam setahun para petani di Krayan melakukan panen. Biasanya jatuh masa di awal-awal tahun, yaitu pada bulan Januari-Februari, yang merupakan waktu dimana para petani di Krayan memanen padi. Maka, hari-hari ini adalah masa sibuk para petani di daerah Krayan di Kalimantan Utara.

Praktik pertanian yang dijalankan oleh masyarakat Krayan merupakan pola pertanian tradisional, yang hari ini dikenal luas sebagai pertanian organik.

Dari banyak varietas yang ditanam oleh masyarakat petani di Krayan, salah satu varietas yang cukup ternama adalah beras Adan. Waktu yang dibutuhkan padi Adan Krayan sejak benih disemai hingga masa panennya adalah sekitar lima sampai enam bulan. Setelah itu sawah akan dibiarkan dan sama sekali tidak diganggu dengan aktivitas pertanian. Begitulah pola bertani masyarakat adat Dayak Lundayeh di Krayan.

Bagi para petani di Krayan masa panen ini sesungguhnya adalah saat menerima apa yang sudah mereka berikan selama ini. Dengan menaati aturan adat mengenai pola pertanian, mulai dari pengolahan tanah, pengairan, pemilihan benih, waktu penyemaian, waktu tanam, jarak tanam, perawatan hingga panen, termasuk pemberantasan hama, bahkan pasca panen. Mereka menerima buah dari kesabaran karena telah memberi waktu bagi tanah untuk beristirahat, memulihkan diri dan disiapkan sebaik-baiknya untuk ditanam lagi enam bulan setelah panen terakhir.

Pola pertanian semacam ini perlu kita dukung, menjaga ketahanan pangan sambil terus merawat lingkungan di mana bahan pangan itu dihasilkan.

Baca juga: Derma Dari Tanah Yang Sehat

Video dan foto dikontribusikan oleh Bapak Ellias Yesaya dari Formadat Krayan. Formadat singkatan dari Forum Masyarakat Adat Dataran Tinggi.

Leave a Reply

WordPress Lightbox