Blog dan Berita

Pendidikan Kunci Sistem Pangan Berkelanjutan

By February 4, 2022 No Comments

Gerakan Pangan Bijak Nusantara berbangga karena melalui buku Panduan Belajar Pangan Bijak Nusantara telah ikut memberikan kontribusi untuk penyadartahuan masyarakat mengenai pangan melalui pendidikan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kebudayaan Kemendikbud Hilmar Farid mengapresiasi upaya ini mengingat begitu banyak persoalan di masyarakat yang bermula dari pangan. Baik itu persoalan kesehatan, problem lingkungan dan persoalan sosial ekonomi. Menurutnya, pendidikan dapat mengintegrasikan pemahaman baru mengenai sistem pangan mulai dari hulu ke hilir secara lebih berkelanjutan.

Dirjen Kebudayaan - Kemendikbud

“Ada banyak problem tetapi pada saat yang sama, banyak bermunculan alternatif yang muncul. Saya kira bagus sekali buku ini merumuskan lokal, sehat, adil, lestari yang dirangkum dalam konsep pangan bijak. Saya kira ini sesuatu yang perlu diangkat betul oleh teman-teman. Jangan henti-henti menyerukan pangan bijak: lokal sehat adil dan lestari,” ujarnya lebih lanjut.

Lebih lanjut Hilmar menambahkan, “Saya kira salah satu tugas yang penting adalah mengangkat dan memberikan sorotan pada apa-apa yang sudah dilakukan di tingkat lokal. Kami di tingkat kebudayaan sudah mencoba melalui Pekan Kebudayaan Nasional yang sudah berlangsung selama tiga kali. Dan kita fokus pada sandang, pangan, dan papan, dan melihat apa yang bisa dikontribusikan dari kearifan lokal dan budaya lokal kita yang begitu kaya terkait urusan pangan ini. Saya sangat senang buku ini berbicara di hilirnya yaitu pada konsumen. Kalau bicara tentang ini, tentu pendidikan adalah kunci.

Ia berharap agar buku Panduan Belajar Pangan Bijak Nusantara ini bisa dipergunakan secara lebih luas untuk menginspirasi lebih banyak orang dan menjadi bahan bakar untuk gerakan pangan bijak ke depannya.

Kurikulum Baru

Pengintegrasian sistem pangan ke dalam pendidikan diwadahi melalui kurikulum baru yang sedang dipersiapkan oleh Kemendikbud. Menurut Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum & Asesmen Pendidikan (BSKAP) – Kemendikbud, buku Panduan Belajar Pangan Bijak Nusantara ini terbit pada waktu yang tepat, di mana Kemendikbud sedang mengembangkan dan menguji coba sebuah kurikulum prototype yang nantinya akan menjadi kurikulum baru nasional.

Kurikulum baru ini dirancang sebagai kerangka yang fleksibel, yang memberi ruang bagi sekolah untuk mengembangkan kurikulum operasional yang kontekstual, yaitu kurikulum yang disusun sesuai kebutuhan dan relevan dengan kondisi lokal serta mengenalkan siswa pada kearifan lokal dan problem yang ada di sekitarnya dan bukan yang menjauhkan siswa dari lingkungannnya.

Kemendikbudristek menyambut baik buku Panduan Pangan Bijak Nusantara dan menyatakan terbuka untuk mengembangkan lebih lanjut menjadi modul-modul yang siap digunakan, atau dapat diadaptasi oleh guru-guru. Harapannya buku ini dikembangkan menjadi alat bantu ajar tidak hanya untuk siswa sekolah dasar atau sekolah menengah pertama, tetapi hingga ke sekolah menengah atas.

“Melalui makanan kita bisa belajar tentang kesehatan, budaya sejarah dan tradisi yang menghasilkan makanan tersebut, dan tentang ekonomi dan politik,” imbuh Anindito.

Jadi pangan lokal adalah tema yang sangat baik dan sangat powerful sebagai bahan belajar, kurikulum baru yang sedang kami kembangkan memberi ruang yang luas untuk pemanfaatan materi-materi seperti ini.”

Tayangan webinar secara lengkap dapat disaksikan di tautan video Diskusi dan Launching Buku Panduan Belajar (LKS) Pangan Bijak Nusantara

Berkas pdf dapat diunduh pada tautan Buku Panduan Belajar (LKS) Pangan Bijak Nusantara

Leave a Reply

WordPress Lightbox