Blog dan Berita

Peran Generasi Muda dalam Menjaga Ketahanan Pangan

By December 13, 2021 No Comments

Kontributor konten: Faishal Muhammad Dzulfiqar (Mahasiswa Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta)*

Faishal Muhammad Dzulfiqar

Hampir seluruh negara di dunia tentu mengedepankan masalah ketahanan pangan menjadi isu yang prioritas untuk diselesaikan Bahkan tercantum dalam Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) isu untuk mencapai ketahanan pangan sebagai tujuan nomor 2. Artinya masalah ketahanan pangan menjadi masalah global yang perlu diantasipasi oleh masyarakat global.

Pangan merupakan salah satu kebutuhan primer bagi manusia yang pemenuhannya menjadi hak bagi seluruh manusia. Karena itu setiap manusia berhak untuk memeroleh pangan yang aman, bermutu, bergizi dan menyehatkan.

Untuk memastikan pemenuhan kebutuhan primer tersebut, sebuah sistem pangan yang berkelanjutan menjadi sebuah keharusan untuk menjamin ketersediaan akses inklusif, produksi dan konsumsi yang berkelanjutan serta meminimalkan kehilangan pangan (food loss dan food waste).

Generasi muda sebagai generasi penerus dari tongkat estafet perjuangan para pahlawan menentukan langkah kehidupan bangsa ke depannya. Keberadaan generasi muda tentu menjadi pelopor sekaligus penggerak arah suatu bangsa nantinya.

Generasi muda tentu memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan pangan dengan berbagai gagasan dan ide kreatifnya untuk memberikan solusi. Telah banyak contoh para pemuda Indonesia yang berupaya untuk terus menjaga ketahanan pangan melalui inovasi dan kreativitasnya,

Seperti halnya, sekelompok tani milenial Citra Muda Getasan yang berasal dari Desa Kopeng Kabupaten Semarang. Dilansir dari laman ayosemarang.com, kelompok tani usia muda tersebut berhasil memanfaatkan 10 hektar lahan produktif dengan menanam 70 jenis sayuran. Hebatnya lagi, sayuran yang ditanam merupakan sayuran organik sehingga laku keras di pasaran.

Bahkan di saat pandemi Covid-19 penjualannya pun meningkat hingga 300% dengan menggunakan platform media sosial untuk penjualannya. Hal tersebut tentu diapresiasi langsung oleh Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo yang rela gowes sekitar 53 kilometer untuk menyaksikan secara langsung para kelompok tani milenial tersebut. (Baca selengkapnya: https://semarang.ayoindonesia.com/semarang-raya/pr-77790578/GaraGara-Petani-Muda-Ini-Ganjar-Rela-Gowes-53-Kilometer )

Tidaklah harus memulainya dari yang hal besar, sebagaimana yang dilakukan oleh para tani milenial Citra Muda Getasan. Bahkan sesungguhnya mereka pun memulainya secara kecil-kecilan dan konsisten dengan upaya tersebut selama belasan tahun hingga akhirnya menjadi sebuah usaha yang berskala cukup besar.

Kita juga dapat memulai menjaga ketahanan dan keberlanjutan pangan dari hal yang mudah dan sederhana, misalnya:

  • Memilih makanan yang sehat, lokal dan lestari.
  • Memulai untuk menumbuhkan tanaman pangan di rumah dengan memanfaatkan lahan pekarangan dan strategi urban farming.
  • Menghargai dan mengurangi pembuangan makanan.

Harapannya, pemuda sebagai aset penerus bangsa Indonesia dengan jiwa dan semangat inovasi tinggi dapat mengembangkan ketahanan pangan Indonesia agar dapat kokoh di masa depan sehingga bangsa ini tetap survive dan berhasil hingga dapat mencapai kedaulatan pangan.

* Faishal merupakan mahasiswa magang di proyek Local Harvest mulai dari Agustus 2021 – Oktober 2021. Sejak awal Kampanye Pangan Bijak di tahun 2018, proyek mendapatkan banyak dukungan dari mahasiswa magang, mulai dari pengembangan awal website, konten dan distribusi informasi.

Leave a Reply

WordPress Lightbox