Blog dan Berita

Selamat Hari Perempuan Perdesaan!

By October 15, 2021 October 21st, 2021 No Comments

Perempuan perdesaan bukan hanya mengurus pertanian, ladang, kebun atau kebutuhan pangan. Sebagai ibu rumah tangga, istri dan ibu dari anak-anaknya, seorang perempuan pasti bertanggung jawab atas banyak hal. Belum lagi perempuan sering menjadi harapan dalam pelayanan publik di kampung, menjadi contoh baik untuk komunitas dan generasi berikutnya.

Banyak perempuan menjadi sumber kearifan dan pengetahuan lokal tentang cara bercocok tanam, pengolahan, dan pelestarian varietas tanaman pangan yang telah teradaptasi di tingkat lokal. Ini membuktikan sangat pentingnya peranan perempuan dalam rantai produksi pangan.

Dalam sistem perladangan, perempuan terlibat dari awal proses pertanian tradisional gilir balik dimulai dari pemilihan lokasi ladang, membantu menebas dan membersihkan ladang, seleksi benih penanaman, perawatan termasuk kegiatan merumput, sampai pada masa panen.

Perempuan biasanya memunyai tanggung jawab sosial menghubungi keluarga atau tetangga di kampung untuk ikut gotong royong di ladang saat penanaman atau panen padi. Perempuan juga yang menyiapkan konsumsi makan siang bersama untuk orang-orang yang bekerja di ladang.

Selain itu, perempuan juga yang biasanya mengambil keputusan tentang menjual sebagian dari hasil panen, dan mengolahnya untuk kebutuhan pangan keluarga.

Perempuan menjadi penjaga benih di komunitasnya. Banyak perempuan juga telah mempunyai kearifan tradisional tentang pangan dan tumbuhan obat, dan merawat banyak jenis tanaman di kebun dan di ladang.

Sejatinya, dengan berbagai peran penting di atas perempuan merupakan subyek penting dalam pertanian di negara berkembang. Sekitar 43% dari tenaga kerja pertanian di Indonesia adalah perempuan. Hal ini menunjukkan bahwa perempuan berkontribusi secara signifikan terhadap ketahanan pangan dan gizi yang baik.

Kita harus terus mendukung upaya penguatan perempuan perdesaan melalui berbagai aksi kolektif yang berguna sebagai ajang belajar bersama. Misalnya sekolah kearifan tradisional terkait perempuan, sekolah perempuan, pasar untuk perempuan dan pangan lokal, serta perbaikan gizi di sekolah dengan sayur dan buah lokal hasil budidaya di desa. Seringkali aksi-aksi semacam ini yang lebih efektif sebagai kesempatan belajar dan meningkatkan kapasitas perempuan.

Cerita pertanian tradisional di Kalimantan hanya bisa menjadi cerita hidup dan nyata karena adanya perempuan-perempuan petani yang penuh semangat dan kearifan dalam kehidupannya. Meskipun juga ada cerita tentang tantangan, kesulitan, terkadang kesedihan, namun mereka menunjukkan daya tahan yang luar biasa dan mampu membuktikan pentingnya peranan perempuan dalam mendukung siklus pertanian di Kalimantan.

Selamat Hari Perempuan Perdesaan (Rural Women’s Day) 15 Oktober!

Silakan unduh buku Perempuan, Pangan dan Keanekaragaman Hayati.

Simak cerita dari 13 perempuan petani pelestari puluhan benih lokal, pejuang pangan lokal dan sehat, pelestari tradisi kuliner daerah, petani merangkap bidan kampung (dukun beranak), atau guru yang tetap pergi ke ladang untuk bertani, bagaimana mereka berjuang menyeimbangkan waktu dan tenaga antara tugas menjadi ibu dan pekerja.

Leave a Reply

WordPress Lightbox