Blog dan Berita

Pilih Pangan Bijak untuk Kita dan Bumi

Kampanye Pangan Bijak Nusantara di bulan Oktober 2020

Oleh: Arum Kinasih dan Team Earth Hour (Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta, Makassar)

Seberapa pentingnya kah seseorang memberikan secuil perhatian saja kepada makanan yang mereka santap setiap harinya? Jawabannya: dengan memilih pangan secara bijak yaitu pangan yang lestari untuk lingkungan, adil untuk petani dan bumi, sehat untuk konsumen dan dari varietas lokal, artinya langkah tersebut dapat membantu keberlangsungan bumi.

Sistem pangan secara global saat ini, yang cenderung menggunakan pola industri dan monokroping, memiliki dampak negatif bagi lingkungan, ketahanan ekosistem dan keanekaragaman hayati serta tidak memenuhi target pencapaian gizi. (Dr. Rina Agustina, dalam Webinar Ngobrol Pintar Pangan Bijak Nusantara, 2020).

Ditambah dengan pandemi Covid-19 yang kini menjangkiti dunia, mulai mengancam ketahanan pangan. Pembatasan terkait pagebluk menyulitkan petani untuk menjual hasil panen mereka. Akibatnya, ketersediaan akses terhadap pangan semakin sulit, terutama bagi masyarakat miskin dan rentan di kota.

Maka ketika Hari Pangan Sedunia yang tiap tahunnya dirayakan pada 16 Oktober menjadi momentum untuk terus membangun perhatian pada konsumsi pangan yang sehat, lokal, adil dan lestari. Konsorsium Pangan Bijak Nusantara bekerja sama dengan Komunitas Earth Hour (EH) di 5 kota, yakni Jakarta, Bandung, Medan, Yogyakarta dan Makassar, dalam rangka kampanye Pangan Bijak Nusantara mengadakan rangkaian kegiatan untuk meningkatkan kesadaran publik akan pentingnya produksi dan konsumsi pangan yang lestari dan adil.

Komunitas Earth Hour sendiri merupakan gerakan kaum muda yang berfokus pada kampanye global untuk melawan perubahan iklim serta bertujuan untuk mendorong individu, komunitas, praktisi bisnis dan pemerintahan dalam rangka menjadi bagian dari perubahan untuk dunia yang berkelanjutan. Tentunya hal ini sejalan dengan visi kampanye publik Pangan Bijak Nusantara itu sendiri, yakni mendorong transformasi sistem pangan ke arah lebih etis dan berkelanjutan di Indonesia.

© Earth Hour Makassar

Masing-masing komunitas EH merancang kegiatan semi-daring maupun pertemuan tatap muka dan memilih tema khusus serta mengundang berbagai narasumber dari kalangan, yakni pengusaha, pemerintah daerah, LSM, akademisi hingga petani lokal untuk memberikan perspektif.

Dimulai dari kota Makassar, komunitas EH Makassar mengangkat tema mengembangkan pangan lokal di masa pandemi melalui Webinar pada 17 Oktober 2020 dan mengadakan Pasar Pangan Lokal pada 24 Oktober 2020. Tujuan Kegiatan ini agar pangan lokal di Sulawesi Selatan dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin sekaligus diharapkan dapat mensejahterakan petani lokal dan pelestarian lingkungan.

Di Kota Deli Serdang, Sumatera Utara, pada 23 Oktober 2020, komunitas EH Medan mengajak warga Medan untuk secara bersama belajar memasak yang ‘bijak’ tanpa MSG atau bahan impor dan dengan menggunakan rempah asli Nusantara, terutama rempah lokal Sumatera Utara yang sehat dan kaya jenisnya.

Dari Bandung, komunitas Earth Hour mengangkat sisi ekonomis dari ketahanan pangan lokal dalam sebuah webinar pada 24 Oktober 2020. Bagaimana sebuah bisnis makanan dapat diolah secara lestari, adil dan sehat termasuk pada saat pandemi ini. Demi bumi dan manusia (restoran, warung, toko, dll), bisnis makanan juga harus lebih memperhatikan aspek lingkungan dimulai dari penyediaan bahan baku dan kemasan.

Sementara itu, komunitas Earth Hour Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan “Ke Pangan Bijak Kita Kembali”, pada 25 Oktober 2020, yang secara khusus mengangkat tema menanam dirumah dengan benih lokal sebagai aksi individu untuk hidup lebih bijak, lestari, sehat dan hemat dengan mengkonsumsi sayur-sayuran dari benih-benih lokal yang ditanam sendiri.

Webinar “Ngobrol Pintar Pangan Bijak Nusantara” yang diadakan oleh Komunitas Earth Hour Jakarta pada 31 Oktober 2020 menutup rangkaian kegiatan peringatan Hari Pangan Sedunia 2020. Acara semi daring tersebut menggambarkan semua aspek sistem pangan (produksi, distribusi, konsumsi) yang lebih sehat, lestari, adil dan penuh tradisi budaya yang perlu dikuatkan dan dipertahankan demi keberalangsungan hidup bumi dan manusia di masa mendatang.

Seluruh rangkaian kegiatan ini turut menarik minat 28 media, baik cetak dan daring serta 1.303 peserta online dan 157 peserta offline yang bergabung serta meningkatnya kunjungan di website www.panganbijak.org yang berujung pada menambahnya jumlah aktivis dan dukungan di website tersebut.

Rangkaian kegiatan dalam rangka merayakan Hari Pangan Sedunia 2020 ini diharapkan dapat membuka wawasan khalayak umum akan pentingnya pilihan makanan terutama di masa saat ini. Pilihan makananmu sangat menentukan masa depan bumi.

Leave a Reply

WordPress Lightbox